Kamis, 19 Januari 2012

[Fanfiction] Reborn part 6


Author: Rhara Amalia
Cast: Park Jungsoo (Leeteuk), Park Haerin
Other Cast: Lee Donghae, Park Haera, Kim Jongwoon(Yesung), Kim Hyera.
Summary: Keceriaan, itu dulu. Sebelum malaikat ku pergi jauh
Warning: OOC(Out Of Character), mungkin sedikit gaje, dipenuhi dengan khayalan author. Don’t like Don’t Read.

_____~~~HAPPY READ~~~______
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Haerin baru saja selesai mandi begitu dia sadar kalau kamarnya sangat gelap, rupanya dia mandi terlalu lama sehingga lupa kalau lampu di kamarnya belum di nyalakan. Dia pun mencari-cari saklar lampu dengan meraba-raba dinding yang dingin itu, dan tak lupa rasa takut mulai menghinggapinya.
Tiba-tiba lampu kamar menyala sedangkan tangan Haerin belum sempat menyentuh saklar lampu, jelas itu membuat Haerin kaget dan matanya langsung menangkap sosok namja yang sedang menatapnya bingung.

“kenapa kau tidak menyalakan lampu? Jangan-jangan kau sudah berdiri lama di situ karena ketakutan” kata namja itu yang ternyata adalah Leeteuk.

“aku terlalu lama mandi sampe lupa kalau lampu kamar belum di nyalakan, dan pada saat aku sedang mencoba mencari saklar lampu tiba-tiba lampunya sudah menyala dengan sendirinya” jawab Haerin enteng.

“jeongmal? Kau tidak takut?” Tanya Leeteuk tidak percaya.

“eh.. i..iya kok, aku tidak takut” Haerin tergagap menjawab pertanyaan Leeteuk, gagap bukan karena pertanyaan yang di kasih Leeteuk tapi karena Leeteuk yang sekarang berjalan mendekatinya.

“tanganmu dingin, berarti kamu ketakutan tadi” tiba-tiba Leeteuk meraih tangan Haerin dan menggenggamnya erat, tentu saja itu membuat wajah Haerin merah seketika.

“i..itu aku baru saja selesai ma.. mandi, ja..jadi tentu saja tanganku dingin” jawab Haerin semakin gagap, tiba-tiba tangan kanan Leeteuk menyentuh pipi Haerin dengan tangan kiri masih menggenggam tangan Haerin .

“aneh, wajahmu kok panas ya” kata Leeteuk sambil memasang ekspresi bingung, sedangkan yeoja yang di hadapannya wajahnya sudah seperti warna tomat.

Tiba-tiba Leeteuk menatap mata Haerin lekat, semakin dalam dan dalam. Dia ingin merasakan hati Haerin lewat tatapan matanya. Menurutnya anggota tubuh yang tidak bisa berbohong adalah mata. Dia ingin memastikan bahwa Haerin menyukainya atau tidak, Sedangkan Haerin, entah kenapa dia juga ikut menatap mata Leeteuk. Tapi bukan untuk ikut merasakan hati Leeteuk, tapi karena dirinya ingin menatap mata itu terus menerus.

“bahkan tatapan matanya saja sama persis” batin Haerin.
.
.
.
.
“tepat pada waktunya” kata Haera begitu sampai di tempat yang di maksud, tak jauh dari tempatnya berdiri tepat di depan café, Yesung dan Hyera berdiri. Tampaknya sedang membicarakan sesuatu.

“itu mereka di sana” kata Haera sambil menarik-narik baju pacarnya.

“ne, aku juga liat. Tapi, masa’ iya Yesung nembaknya di sini sih. Sangat tidak romantis” protes Donghae.

“sudahlah, kita liat dulu apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku yakin pasti ada kejutan tersembunya” kata Haera dengan semangatnya tanpa mengalihkan pandangannya dari Yesung dan Hyera.

Sementara itu di tempat Hyera dan Yesung…

“oppa, kenapa kita balik lagi ke sini?” kata Hyera sambil menunjuk café yang sama di mana Yesung mengajak Hyera untuk jalan-jalan.

“aku lapar, kita makan yuk” kata Yesung sambil mengelus-elus perutnya.

“baiklah” kata Hyera sambil berjalan masuk café, tapi di tahan oleh Yesung.

“tunggu sebentar, sebenarnya aku sudah memesan tempat di sini. Biar aku pastikan dulu kalau tempat itu kosong atau tidak, kau tunggu di sini saja. arasseo?” kata Yesung sambil mengedipkan matanya.

“ehh,, arasseo” kata Hyera yang sedikit bingung itu, sedangkan Yesung berjalan masuk ke dalam.

“ya Tuhan, mimpi apa aku semalam. Bisa jalan-jalan dengan Yesung oppa, dan tadi.. wajah imutnya saat mengedipkan mata.. ahh hampir saja membuatku pingsan” kata Hyera begitu Yesung sudah masuk ke dalam café. Tanpa dia sadari, dia melompat-lompat kecil kegirangan membuat dua orang yang sedang melihatnya dari jauh mengerutkan keningnya.

“si Hyera kenapa? Kok lompat-lompat sendiri gitu. Apa Yesung sudah mengatakan perasaannya ya?” kata salah satu di antara dua orang tersebut yang tak lain adalah Donghae.

“tidak mungkin, buktinya Yesung oppa malah masuk café. Buat apa ya?” jawab Haera yang kemudian ikut bertanya.

Beberapa saat kemudia seorang pelayan di café itu meminta Hyera untuk masuk ke café tersebut.

“Hyera-ssi, mari silahkan masuk. Anda sudah di tunggu Yesung-ssi” kata Pelayan itu dengan sopan.

“mwo? A…arasseo” Hyera yang sedikit bingung itu mengikuti apa yang di katakan oleh pelayan itu, dia pun masuk ke dalam café.

Di dalam café, Hyera terkejut. Ruangannya beda dengan beberapa jam lalu saat dia masuk ke sini untuk melihat HP nya, ada beberapa bunga yang menghias di sudut-sudut ruangan. Hyera lalu berjalan menelusuri jalan kecil yang dihias oleh lilin dikiri dan kanannya, lampu café sengaja di matikan agar cahaya lilin bisa terpancar dengan sempurna menambah kesan romantis. Selagi Hyera berjalan matanya tertuju pada ujung jalan kecil itu yang di sana sudah ada Yesung yang sedang memainkan piano sambil menatap ke arah Hyera sambil tersenyum. Senyuman yang sangat manis.

noreul saranghago bamse jiugo

ape dugo dagasol su opgo

nol mosijoso niga geuriwoso

sumeul swineun-ge jugeumgata

cham duryowojyo –
(Yesung ft Luna – Loving You)

Nyayian merdu Yesung terdengar, dia menyanyikan sepotong lagu itu begitu merdu dan sangat menghayati. Matanya yang tertutup karena menghayati lagu perlahan terbuka pada akhir lagu sambil memandang ke arah Hyera. Sedangkan Hyera, dia hanya sanggup berblushing ria.

“Hyera, Noreul saranghae” ucap Yesung lembut begitu Hyera sudah berdiri di hadapannya.

“oppa” tanpa di perintahkan oleh empunya, mata Hyera sudah mengeluarkan air mata.

“maukah kau jadi yeojachingu ku?” kata Yesung lagi dengan tak kalah lembut. Hyera hanya mengangguk lemah karena sudah tak sanggup berkata-kata lagi. Mulutnya serasa terkunci dengan apa yang sudah di buat oleh Yesung itu.
Melihat respon dari Hyera itu, Yesung langsung memeluknya.

“Gomawo, aku sudah menunggu lama saat-saat ini” kata Yesung yang memeluk Hyera erat, sangat erat seakan tak ingin melepaskan. Begitu pula dengan Hyera, dia berharap pelukan ini tidak segera berakhir.

“oppa, romantis banget ya mereka” kata Haera yang mengintip dari kaca café tersebut.

“hu’um” jawaban Donghae singkat.

“kok kita tidak seromantis itu waktu jadian dulu”

“ehh?? Aku tidak memikirkan rencana seperti ini, yang aku pikirkan hanyalah bagaimana caranya agar kau menerimaku. Itu saja” jawab Donghae santai.

“mwo?? Aku jadi merasa tidak istimewa di hatimu” kata Haera sambil membalikan badannya dan bersandar di kaca sambil cemberut.

“aiishh, kau ini. Aku memang tidak terpikirkan rencana seromantis ini, tapi bukan berarti saat kita jadian dulu bukan hari yang paling berkesan untukku dan bukan berarti juga kau tidak istimewa di hatiku” kata Donghae berusaha membujuk Haera tapi Haera masih tetap di posisi nya tak menatap Donghae sedikitpun.

“chagiyaaa, percayalah. Cintaku padamu tak pernah tertandingi oleh siapapun, bahkan oleh cinta Yesung ke Hyera sekalipun” Donghae menyentuk dagu Haera dan menganggkatnya sampai Haera membalas menatap Donghae.

“jeongmal?” Tanya Haera.

“tentu saja, walaupun cintaku tidak besar padamu” jawab Donghae sambil tersenyum nakal.

“oppaaaa!!” gerutu Haera.

“dengar, cintaku memang tidak besar padamu bahkan hanya seperti kuku. Kau tau kan? Kuku di jarimu itu walaupun setiap minggu kau potong pasti akan tumbuh dan panjang lagi, seperti itulah cintaku padamu chagi” kata Donghae sambil tersenyum lembut.

“oppa” mata Haera sudah mulai berair mendengar penjelasan Donghae. Donghae yang tersenyum lembut itu kini mulai mendekatkan bibirnya pada Haera dan di sambut oleh Haera yang segera menutup matanya.

“Ya!! Kenapa kalian ada di sini?” tiba-tiba suara Yesung mengagetkan Donghae dan Haera alhasil itu menggagalkan ciuman mereka yang hampir saja berhasil itu.

“kauuuu!!” Donghae memasang death glare nya ke Yesung, sedangkan Yesung hanya tertawa.

“daripada kalian di sini, mendingan ikut masuk saja. Ayo makan bareng” ajak Yesung berharap agar marah Donghae akan segera hilang.

“apa oppa akan mentraktir kami?” Tanya Haera antusias.

“ani, aku hanya akan mentraktir Hyera. Kalian bayar sendiri”

“pelit, dasar Yesung oppa pelit! Kau kan baru saja jadian dengan Hyera, bukannya mentraktir kami malah menggagalkan ciuman kami” cibir Haera.

“ehh?! Ba..baiklah.. kalian ku traktir. Daripada Donghae tambah marah, ya sudah ayo masuk” kata Yesung dengan wajah lesu sambil berjalan masuk ke café. Sedangkan Haera dan Donghae saling berpandangan sambil tertawa kecil.
.
.
.
.
“oppa, sampai kapan kita begini” kata Haerin yang sudah tidak tahan berdiri sambil menatap Leeteuk terus, entah sudah berapa lama mereka begini.

“ah.. mianhae, aku sudah membuatmu kelelahan. Duduklah” kata Leeteuk sambil menuntun Haerin untuk duduk.

“oppa, kenapa kau menatapku terus seperti itu” Tanya Haerin dengan wajah yang masih merah.

“habisnya kau cantik” jawab Leeteuk santai sambil mengambil posisi duduk di samping Haera.

“mwo?” kata Haerin tidak percaya.

“ne, kau cantik. Aku rasa aku suka padamu” seketika jantung Haerin jadi berdetak dua kali lebih cepat begitu mendengar perkataan Leeteuk.

“hari ini, Yesung akan menyatakan cintanya pada Hyera” kata Leeteuk lagi.

“jinjja?” Tanya Haerin mencoba untuk menghilangkan rasa gugupnya itu.

“ne, dan aku rasa aku pun harus berbuat hal yang sama” jawab Leeteuk sambil tersenyum lembut ke Haerin.

“ehh??” tangan Haerin kembali di genggam Leeteuk, matanya kembali di tatap oleh sepasang mata indah Leeteuk.

“Haerin, jadilah Yeojachinguku” kata Leeteuk langsung pada intinya, jantung Haerin berdetak lebih cepat lagi dibuatnya.

“oppa” desah Haerin pelan.

“aku tau, kita baru saja bertemu. Berbeda dengan Yesung dan Hyera yang sudah memendam perasaan mereka sejak lama, dan aku bukanlah orang yang ingin cepat-cepat membangun hubungan dengan orang baru saja ku kenal. Tapi, entah kenapa setiap melihatmu dan mengingatmu aku ingin kau tidak pernah jauh dariku, Bahkan aku ingin selalu melindungimu. Aku sendiri tidak mengerti kenapa aku bisa merasakan ini” jelas Leeteuk dengan masih menatap Haerin lembut.

“makanya, sebelum aku menyesal aku ingin kau jadi yeojachinguku” lanjut Leeteuk lagi sambil mempererat genggaman tangannya.

“oppa” mata Haerin mulai berair dan kemudian kepalanya bergerak memberi isyarat bahwa dia mau menjadi kekasih Leeteuk. Orang yang bahkan sampai detik ini masih di anggap sebagai oppa nya Jungso yang sudah tiada, tapi dia tidak bisa memungkiri bahwa rasa cinta sudah menghinggapi dirinya membuat dirinya sudah mulai mencintai Leeteuk dari malam itu (baca part 4).

“gomawo Haerin” kata Leeteuk pelan. Perlahan wajahnya mulai mendekati wajah Haerin, semakin dekat dan dekat membuat Haerin bisa merasakan nafasnya. Haerin pun mengerti apa yang akan di lakukan Leeteuk, perlahan dia menutup matanya menunggu sentuhan bibir Leeteuk di bibirnya. Bibir mereka saling bersentuhan dan kemudian berpagutan, mulai merasakan cinta dari pasangannya melalui bibir mereka yang saling berpagutan tersebut.

“ehhhmmm, sepertinya ada yang sedang asik” tiba-tiba suara Donghae menghentikan aktifitas Leeteuk dan Haerin membuat wajah keduanya memerah seketika.

“sepertinya bukan Cuma kita yang hari ini jadian ya, Hyera” sambung Yesung sambil tersenyum evil ke Hyera sedangkan Hyera hanya tertawa kecil.

“oppa, apa kalian berdua juga sudah jadian?” kata Haera sambil melompat duduk di hadapan Leeteuk.

“ahh..”

“jangan bohong pada kami, kami sudah memergoki kalian lho” timpal Donghae membuat wajah Leeteuk makin memerah.

“ne, kami sudah jadian. Memang kenapa, hah?” Leeteuk berusaha menghilangkan rasa malunya.

“tidak kenapa-kenapa, hanya saja.. kau harus mentraktir kami. Seperti yang Yesung lakukan” kata Donghae tersenyum evil.

“mwo?!! Aniya.. aku tidak mau” kata Leeteuk menolak.

“harus mau!! Aku sudah mengambil gambar kalian saat berciuman tadi, kita akan menyebarkannya” kata Donghae makin memperlebar senyuman evilnya.

“hah?? Baiklah.. akan kutraktir kalian, besok saja” kata Leeteuk pasrah.

“chagiya, kita makan gratis lagi besok” kata Donghae pada Haera sambil mengajaknya highfive, dan di sambut oleh Haera dengan senyuman yang tak kalah evilnya dari pada sang pacar.

-THE END-

| Free Bussines? |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar